Orang tua, biarkan anak-anakmu berkembang dalam kasihmu. Biarkan mereka merasa aman bersamamu. Biarkan mereka merasa memiliki seorang teman dalam dirimu. Karena pola asuh yang toxic dapat menimbulkan rasa bersalah, ketakutan, kebencian, atau bahkan rasa benci yang mendalam pada anak. Jika kamu ingin memiliki hubungan yang sehat dengan anak-anakmu, ikuti tips dalam artikel ini.
1. Hindari kritik yang terus-menerus
Tak bisa dipungkiri, tidak ada yang suka dikritik—termasuk anak-anak kita. Anak-anak sedang perlahan belajar, dan mereka membutuhkan bimbingan kita, bukan penilaian yang menghakimi.
Contohnya, orang tua sebaiknya tidak berkata,
“Kamu bodoh, ya?”
Sebaliknya, orang tua bisa berkata,
“Usahamu bagus. Mau tahu cara lain untuk mengerjakannya?”2. Bersikaplah seperti orang dewasa
Saat berdiskusi dengan anak, kamu tidak perlu menang dalam setiap argumen. Ketika anak sedang berulah, sadari dulu kondisimu dan ambil beberapa menit untuk menenangkan diri, bukannya menyeret ego ke dalam situasi tersebut.
Contohnya, ketika anakmu berulah semalam, kamu seharusnya tidak mendorong saudaranya atau kembali memaksanya bicara denganmu. Sebaliknya, orang tua perlu tetap tenang dan mengingatkan diri sendiri bahwa ini bukan waktu yang tepat untuk “mengajar pelajaran”. Kadang, hal itu bisa dilakukan dengan menenangkan anak dan berkata,
“Kita bicarakan nanti, ya.”3. Biarkan mereka membuat kesalahan
Ketika anakmu membuat kesalahan, tentu mereka bisa gagal. Sebagai orang tua, hindari marah atau kesal kepada mereka. Karena jika kita bereaksi seperti itu, seolah-olah kita ingin melindungi mereka dari kegagalan. Orang tua yang baik seharusnya tetap membimbing dan mendukung anak-anak mereka di setiap situasi, termasuk ketika mereka berbuat salah.
Contohnya, ketika mereka melakukan kesalahan, tunjukkan dukungan dengan berkata,
“Aku di sini untuk membantu.”
atau
“Aku tahu bagaimana perasaanmu. Anggap ini sebagai kesempatan untuk belajar.”4. Berempati
Di saat-saat sulit anak, cobalah menempatkan diri di posisi mereka dan memikirkan bagaimana perasaan mereka. Hal ini akan mengubah cara pendekatanmu terhadap mereka.
Contohnya, ketika anakmu tantrum, kamu bisa berkata,
“Aku tahu kamu merasa frustrasi karena kamu mau mainan itu,”
dan
“Sekarang kita bukan ke sini untuk membeli mainan. Kamu bisa memasukkannya ke daftar keinginanmu.”5. Hormati batasan mereka
Sebagai orang tua, kamu tidak seharusnya memaksa mereka dan kamu perlu menghormati kata “tidak” dari mereka. Jangan mengintai atau memata-matai anakmu, dan biarkan mereka tahu bahwa kamu mempercayai mereka.
Contohnya, ketika anakmu memintamu untuk membiarkannya sendiri, kamu bisa berkata,
“Tidak apa-apa merasa kesal. Kadang aku juga merasa seperti itu. Kamu boleh ambil waktu dulu. Aku ada di sini kapan pun kamu siap untuk bicara.”SUMBER: https://www.instagram.com/p/CsqlQgyNqM9/?igshid=NzJjY2FjNWJiZg%3D%3D